5.9 C
Alba Iulia
Monday, December 9, 2019
No menu items!
  • Home

Didu M16 : Ayo Timsel Sekda NTB Jangan Kendor Dong

Must Read

Rohman Farly : Tata Ruang Kota Mataram Harus Terintegrasi

H Rohman Farly mulai mempelajari tata ruang Kota Mataram. Tokoh yang akan maju di Pilkada Kota Mataram...

Mahfud MD Yakin Pelantikan Presiden Lancar dan Baik

Mantan Ketua Makamah Konstitusi Mahfud MD yakin pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin terpilih...

Didu M16 : Ayo Timsel Sekda NTB Jangan Kendor Dong

Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 mengapresiasi kerja Panitia Seleksi Calon Sekretaris Derah (Sekda) Provinsi NTB. Direktur...

Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 mengapresiasi kerja Panitia Seleksi Calon Sekretaris Derah (Sekda) Provinsi NTB. Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto di Mataram mengatakan perhatian masyarakat terhadap pansel calon Sekda NTB itu luar biasa.

Tahapan presentasi, wawancara dan penelusuran rekam jejak calon Sekda NTB berlangsung hingga 17 Oktober 2019. Selanjutnya, Pansel melaporkan hasilnya kepada Gubernur NTB pada 19 Oktober.
Tahapan presentasi dan wawancara calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB maupun penelusuran rekam jejaknya berlangsung hingga 17 Oktober, besok. Sebelum akhirnya panitia seleksi akan melaporkan kepada Gubernur 19 Oktober mendatang.

Loading...

lima orang calon Sekda NTB yang ikut pansel adalah Asisten I Setda NTB Dra Hj Baiq Eva Nurcahyaningsih, MSi, Kepala Distanbun NTB Ir H Husnul Fauzi, MSi, Kepala Bappenda NTB, Dr Ir H Iswandi, MSi, Kepala DPMPTSP NTB, Drs HL Gita Ariadi, MSi,dan Asisten II Setda NTB, Ir H Ridwansyah, MM, MTP

“Proses-proses yang telah berjalan sudah sesuai jadwal. Saya melihat perhatian publik terhadap calon Sekda NTB ini luar biasa,” kata Bambang Mei Finarwanto, Rabu (16/10).

Pria yang karib disapa Didu ini menilai kelima calon Sekda Prov NTB itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Memiliki pengalaman birokrasi panjang dan terukur. Tidak heran prosesnya menjadi sorotan publik.

Pemilihan calon Sekda Provinsi NTB ini menuai dinamika. Tidak sedikit masyarakat yang memberikan masukan. Beragam kritikan disampaikan baik melalui media sosial, media masa, hingga group Whatshapp.

Loading...

Didu tidak menyalahkan jika muncul opini pemilihan Sekda Provinsi NTB ini seperti pemilu kepala daerah. Malah nuansanya lebih bergairah dibanding menjelang pilkada di tujuh kabupaten/kota di NTB. Seolah-olah calon Sekda Provinsi NTB itu punya tim sukses.

Mereka membangun opini positif baik melalui media sosial, media online, dan lainnya. Beragam cara dilakukan untuk “menjual” kandidatnya. “Itulah sebabnya penuh dinamika di publik. Beragam komentarnya,” ujarnya.

Meski begitu, Didu yakin, panitia seleksi (pansel) sekda bekerja dengan baik dan profesional. Periode penelusuran rekam jejak sejak 8 Oktober lalu maupun presentasi dan wawancara dicatat secara objektif. Ia pun tak yakin ada main mata soal nama tiga besar yang bakal dibawa ke gubernur.

Dia mendorong agar Pansel Sekda Provinsi NTB tidak kendor. Tidak terpengaruh opini dan intrik pihak pihak tertentu. Baginya, Sekda NTB mendatang bukan individu yang cuma berada dalam top off mind publik atau kepala daerah. Lebih dari itu, sekda dengan kemampuan mengakselerasi program Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Termasuk di dalamnya terlibat dengan baik dalam urusan tata birokrasi. Sanggup memerankan diri sebagai leader bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi NTB.

“Ya, jangan sampai nanti kayak robot. Sekda tanpa kreativitas dan inovasi. Pansel harus lebih dalam saat menelusuri rekam jejak,” imbuhnya.

Dia mengingatkan, nama tiga Sekda Provinsi NTB yang telah diputuskan dibawa ke pusat 18 Oktober mendatang prosesnya tetap akan dinamis. Bisa jadi yang namanya paling disebut publik tak terpilih, sebaliknya yang kurang disebut justru menjadi pilihan. Seandainya pun ada intervensi dari kepala daerah, bukan jaminan. 

Seperti terjadi di Provinsi Kalimantan Timur beberapa waktu lalu, Sekda Provinsi Kalimantan Timur yang diputuskan pusat tak sejalan dengan yang diinginkan kepala daerah. Dampaknya, Gubernur Kalimantan Timur tidak mau melantik sekda pilihan Kemendagri. Akhirnya pusat memutuskan untuk melantik sekda tersebut di Jakarta.

“Kejadian seperti itu juga terjadi di daerah lain. Di Provinsi NTB potensi itu bisa saja terjadi,” tandasnya.

Didu mengakui, riuh-riuh suara dukungan yang berkembang hanya sekadar penggembira. Hanya ikut meramaikan nama top leader ASN Provinsi NTB semata. Bukan menjadi tolak ukur dan patokan pasti dilantik.

“Kita lihat saja nanti. Yang penting catatan saya prosesnya sudah berjalan dalam rel yang tepat,” ungkapnya. (K02)

- Advertisement -
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Rohman Farly : Tata Ruang Kota Mataram Harus Terintegrasi

H Rohman Farly mulai mempelajari tata ruang Kota Mataram. Tokoh yang akan maju di Pilkada Kota Mataram...

Mahfud MD Yakin Pelantikan Presiden Lancar dan Baik

Mantan Ketua Makamah Konstitusi Mahfud MD yakin pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin terpilih berlangsung lancar. Pelantikan akan berlangsung...

Didu M16 : Ayo Timsel Sekda NTB Jangan Kendor Dong

Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 mengapresiasi kerja Panitia Seleksi Calon Sekretaris Derah (Sekda) Provinsi NTB. Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto di...

Negara Tak Boleh Kalah dari Terorisme dan Bahaya Radikaliseme

Negara tidak boleh kalah dengan radikalisme dan terorisme yang terjadi di tanah air sekarang ini. Pemerintah harus bersikap tegas terhadap aksi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -