by

KNPI dan PPI Minta Rakyat Legowo Putusan Sidang Gugatan Hasil Pilpres

-Berita, Nasional-106 views

Tensi politik yang memanas di dalam Negeri menjelang pembacaan putusan MK atas gugatan pemilu yang dilayangkan kubu Paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga S. Uno, pada 27 Juni mendatang disikapi Presidium Pemuda Indonesia (PPI) Lombok Tengah dengan mengeluarkan himbauan menjaga situasi dan kondisi kamtibas.


Masyarakat juga diminta untuk tidak terpengaruh dengan ajakan untuk beramai-ramai datang ke Jakarta untuk  mengikuti aksi damai pada momen pembacaan putusan hasil sidang gugatan Paslon nomor urut 2 itu.


Sepahit apapun hasil putusan MK, masyarakat juga diminta legowo, karena merajut persatuan yang sempat tercerai berai karena perbedaan pilihan, menjadi agenda selanjutnya.


“Kalau hanya sekedar mau nonton sidang kan bisa lewat TV karena acara tersebut live. Serahkan semua itu kepada MK RI sebagai salah satu lembaga negara yang menangani soal gugatan Pilpres. Pemilu sudah usai, mari kita rajut kembali persaudaraan diantara anak anak Bangsa ini demi keutuhan NiKRI tercinta” himbau Ketua Pembina Presidium Pemuda Indonesia (PPI) Lombok Tengah Masdi.


Menurutnya, perbedaan dan menang dan kalah merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan, dan semestinya tidak melunturkan semangat persatuan karena itulah pilihan rakyat.


Senada, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lombok Tengah, melalui juru bicaranya, Khaerul juga mengajak elemen pemuda milenial untuk komit merajut persatuan dengan turut menjaga situasi keamanan dan stabilitas di tengah masyarakat.


“seluruh masyarakat Loteng agar tidak mudah terpancing adanya isu isu yang tidak benar menjelang sidang putusan sengketa Pilpres oleh MK,” imbuhnya.

Menjaga persatuan, ditambahkan Khaerul menjadi tugas bersama seluruh elemen bangsa, ditengah ancaman perpecahan dan diisintegrasi bangsa. Mengigat rajutan persatuan dalam kemajemukan dan keberagaman Indonesia, menjadi hal yang sulit untuk dilakukan, bila seluruh elemen bangsa tidak bersama bahu-membahu.  


“Sudah banyak contoh dan bukti Negara terutama di Timur Tengah, yang sudah hancur lebur hanya karena tidak sadar dengan perbedaan,” tutupnya.(K-2)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *